Inilah Siaran TV Digital di Madiun, Magetan, Ponorogo, dan Ngawi

 

Migrasi analog ke digital, atau disebut pula dengan ASO (analog switch off), telah mempunyai landasan hukum, yaitu UU Cipta Kerja yang baru saja disahkan oleh Presiden pada tanggal 2 November 2020 yang lalu. Di dalam UU tersebut diatur mengenai proses migrasinya, salah satunya ASO akan dilaksanakan paling lambat 2 tahun sesudah UU disahkan. Artinya, setelah tanggal 2 November 2022 seluruh televisi analog terestrial akan dimatikan dan semuanya akan berpindah ke digital. Sosialisasi migrasi siaran TV analog ke digital terestrial berbasis DVB-T2 saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah melalui slogannya “Bersih, Canggih, Jernih”.

Bukan hanya pemerintah Indonesia yang mengatur mengenai ASO ini. Di seluruh dunia, hampir semua negara sudah beralih ke digital. Negara-negara ASEAN sudah bersepakat akan melaksanakan ASO pada tahun 2020. Bahkan ITU (International Telecommunication Union) sudah menentukan batas waktu ASO, yaitu tahun 2015 yang lalu. Indonesia termasuk yang paling lambat dalam melaksanakan ASO karena sebelumnya terkendala oleh regulasi yang tak kunjung disahkan.

Daftar TV Digital Terestrial

Berikut ini adalah daftar siaran televisi digital terestrial di wilayah layanan Jawa Timur 9 yang meliputi daerah Madiun, Ponorogo, Magetan, Ngawi, dan Trenggalek (menurut Peraturan Menkominfo No. 6 Th. 2019). Daftar siaran TV berikut ini dikelompokkan berdasarkan slot multipleksing (selanjutnya disebut "mux") yang tersedia di wilayah tersebut. Untuk daftar siaran TV digital se-Jawa Timur, bisa Anda baca di sini.

Daftar Siaran TV Digital Terestrial
(Wilayah Layanan Jawa Timur 9)
24 UHF (498 MHz)
SCTV
Indosiar
O Channel
Mentari TV
30 UHF (546 MHz)
Trans TV
Trans7
CNN Indonesia
CNBC Indonesia
Kompas TV



34 UHF (578 MHz)
Metro TV
Magna Channel
BN TV
BBS TV
Sakti TV



Pemancar (stasiun transmisi) siaran TV di atas berada di wilayah Plaosan, Magetan. Jadi, bagi Anda yang ingin mendapatkan sinyal TV, harus mengarahkan antena UHF ke arah sekitar telaga Wahyu, Plaosan. Telaga Wahyu terletak sekitar tiga kilometer arah timur dari telaga Sarangan.

Infografis siaran TV digital di Madiun dan sekitarnya

Khusus bagi Anda yang tinggal di wilayah bagian utara, mungkin akan kesulitan dalam menangkap kanal Transmedia. Ini terjadi karena kanal Transmedia Magetan memiliki frekuensi yang sama dengan kanal TVRI Blora. Jadi, pastikan arah antena Anda tepat ke wilayah Plaosan, Magetan. Kalau masih bingung mengenai arahnya, silakan menggunakan aplikasi Google Maps untuk menentukannya.

Riwayat Penambahan dan Perubahan Siaran

Berikut ini adalah riwayat penambahan dan perubahan kanal televisi di wilayah layanan Jawa Timur 9 (yaitu wilayah Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, dan Trenggalek).

  • 24 Desember 2019: Mux Media Group mulai aktif bersiaran di kanal 34 UHF. Mux ini diisi oleh Metro TV dan BBS TV. (Sumber: Twitter).
  • 2 Juli 2020: Mux Transmedia mulai aktif bersiaran di kanal 43 UHF. Mux ini diisi oleh Trans TV dan Trans7. (Sumber: Twitter).
  • 15 Juli 2020: Siaran Magna Channel mulai mengudara di mux Media Group (kanal 34 UHF) dan secara resmi diluncurkan pada 16 Juli 2020. Magna Channel sementara ini hanya bersiaran pada pukul 15.00--21.00 WIB.
  • 30 Agustus 2020: CNN Indonesia dan CNBC Indonesia mulai bersiaran di mux Transmedia (kanal 43 UHF).
  • 25 Oktober 2020: Siaran percobaan BN TV mulai mengudara di mux Media Group (kanal 34 UHF) dan masih bersiaran pada pukul 15.00--21.00 WIB.
  • 9 Januari 2021: Sakti TV memulai siaran uji coba di mux Media Group (kanal 34 UHF) dan bersiaran mulai pukul 15.00--19.00 WIB.
  • 3 Februari 2021: Kompas TV mulai bersiaran secara digital di mux Transmedia (kanal 43 UHF). Kompas TV pernah uji coba siaran digital pada tanggal 11-16 Desember 2020.
  • 10 Februari 2021: Mux Transmedia pindah kanal menjadi 30 UHF (546 MHz).
  • 10 Februari 2021: Mux Surya Citra Media (SCM) mulai mengudara di kanal 24 UHF (498 MHz). Mux ini berisi siaran dari SCTV, Indosiar, Mentari TV, dan O Channel.
  • 19 Februari 2021: Sakti TV memulai siaran digital secara penuh di kanal 34 UHF.

Cara Menonton Siaran TV Digital Terestrial

Siaran TV digital terestrial hanya bisa ditangkap oleh pesawat TV yang sudah mendukung siaran digital terestrial generasi kedua (DVB-T2). Jika televisi Anda belum mendukungnya, Anda tidak perlu khawatir. Cukup tambahkan dekoder (set-top-box) DVB-T2 yang bisa dibeli di toko-toko online (sementara belum tersedia di toko offline). Harga dekoder ini bervariasi, mulai dari seratus ribuan sampai sejutaan. Paling umum harganya sekitar dua ratus ribu rupiah. Mereknya pun bermacam-macam, di antaranya Skybox, Rinrei, Evinix, Polytron, Venus, Visat, dan lain sebagainya.

Selain menambahkan dekoder, opsi lainnya adalah dengan membeli televisi baru yang sudah mendukung teknologi digital terestrial T2. Rata-rata televisi yang diproduksi sekarang sudah mendukung teknologi digital ini.

Satu lagi yang Anda butuhkan, yaitu antena UHF yang bisa dibeli di toko-toko elektronik. Setelah semua peralatan lengkap dan berhasil menonton siaran digital, saya ucapkan selamat siaran di televisi Anda saat ini sudah bebas semut.

Perbedaan Siaran Televisi Analog dan Digital

Siaran televisi analog adalah siaran televisi yang menggunakan sinyal analog untuk mengirim video dan audio. Siaran analog ini merupakan sistem penyiaran yang sudah usang dan memiliki banyak kekurangan. Kekurangan siaran TV analog yang paling umum, yaitu apabila sinyal di suatu daerah lemah maka gambar yang diterima di televisi menjadi banyak semut (dalam istilah bahasa Inggris adalah snowy atau bersalju). TV analog juga sangat boros frekuensi, karena satu kanal frekuensi hanya bisa digunakan oleh satu stasiun TV saja.

Perbedaan siaran TV digital dan analog

Sebagai pengganti siaran analog, muncul generasi terbaru dari sistem penyiaran televisi, yaitu siaran TV digital. Siaran TV sistem ini menggunakan sinyal digital untuk mengirim video dan audio. Dibandingkan dengan siaran analog, siaran digital memiliki banyak kelebihan. Di antaranya apabila sinyal melemah di suatu daerah tapi sinyal masih tertangkap, maka siaran masih bisa diterima dengan baik di daerah tersebut. Interferensi antara dua sinyal digital juga akan jarang terjadi, karena sinyal yang lebih lemah akan tertutupi oleh sinyal yang lebih kuat. Hal itu karena sinyal digital hanya mengenal istilah ada dan tiada, tidak mengenal istilah di antara keduanya.

Keunggulan lainnya yaitu dalam satu frekuensi bisa digunakan oleh banyak stasiun TV. Hal ini karena TV digital menggunakan sistem OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) sehingga bisa menghemat lebar pita frekuensi. Lebar pita frekuensi yang tersisa dapat digunakan untuk internet, 5G misalnya. Selain itu, siaran televisi digital juga bisa memiliki kualitas HD atau bahkan Full HD.

Demikian artikel tentang "Daftar Siaran TV Digital di Madiun, Ponorogo, Magetan, dan Ngawi". Semoga dapat membantu dalam mengetahui daftar siaran TV. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini dan jangan lupa untuk meninggalkan jejak komentar di bawah.

Related Posts

10 komentar

  1. Akhirnya setelah kirim surat kaleng via lapor.go.id chanel transmedia dapet diterima di madiun.. Dan tvri magetan hilan 😀😀

    BalasHapus
  2. Samapai sekarang mux trans masih belum nampak di TKP bojonegoro

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin karena powernya masih kecil. Masih belum maksimal siarannya.

      Hapus
  3. TKP Kec Jetis, Ponorogo, cuma mux Transmedia yang lancar, lainnya terdeteksi tapi tidak keluar gambar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Usahakan pakai antena outdoor, karena sekarang masih simulcast, jadi power di pemancarnya juga belum full.

      Hapus
  4. Bojonegoro bisa nrima mux trans tetapi arah antena di arahkan agak keselatan agar menghindari bentrok TVRI Blora... Tetapi sinyal kurang maksimal agak megap megap.. sebenarnya tetep titik fokusnya arah barat daya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga saja permasalahan bentrok antara mux Transmedia dan TVRI Blora ini segera diselesaikan.

      Hapus
  5. Karangjati ngawi apa bisa ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau analognya bisa yang digital juga pasti bisa. Teorinya seperti itu, tapi kenyataannya ada beberapa wilayah yang tidak bisa karena masih kecil power pemancarnya. Bisa dicoba sendiri mas, banyak yang dari Ngawi sudah bisa kok.

      Hapus
  6. Suwun mas infone, dari Mberan Ngawi siaran digital bening semua..

    BalasHapus

Posting Komentar

Ikuti Blog Ini