Apa Pengertian Televisi Digital Terestrial?

Baru-baru ini ramai diperbincangkan kembali topik mengenai migrasi televisi analog ke digital. Kabarnya, pemerintah akan mematikan televisi analog menggantikannya dengan digital paling lambat tahun 2022. Ada beberapa orang yang belum mengenal teknologi penyiaran terbaru ini. Mereka mengira bahwa televisi digital seperti halnya pay TV yang berbayar, atau seperti TV satelit yang menggunakan parabola.

Sebenarnya itu semua tidak salah. Kenyataannya beberapa jenis televisi tersebut memang menggunakan sistem penyiaran digital juga. Namun, perlu diketahui bahwa yang ramai diperbincangkan ini bukanlah TV digital satelit atau kabel, tetapi TV digital terestrial yang gratis.

Pengertian Televisi Terestrial

Terestrial dalam KBBI artinya berkenaan dengan daratan. Jadi, televisi terestrial adalah televisi yang dipancarkan oleh pemancar yang ada di darat, bukan satelit. Selama ini, pemancar yang ada di daratan memancarkan gelombang analog, yang menggunakan sinyal kontinu. Hal ini berakibat pada pelemahan sinyal akibat amplitudo yang bervariasi. Sinyal televisi akan naik dan turun, sehingga pada jarak tertentu akan memburuk dan menghasilkan gambar bersemut/berbayang.

TV Analog Terestrial

Televisi terestrial yang menggunakan sinyal analog kita sebut saja sebagai TV analog. Saat ini hanya TV terestrial yang masih menggunakan sinyal analog. Televisi jenis ini menggunakan frekuensi VHF (very high frequency) dan UHF (ultra high frequency). Saat ini kebanyakan TV analog menggunakan frekuensi UHF, dengan penomoran kanal antara 22-63 UHF untuk lebar pita 8 MHz. Ada 42 kanal yang dipakai TV analog ini. Tentunya tidak semua kanal dipakai. Tiap daerah ada pembagiannya agar tidak terjadi bentrok dengan daerah lain. DI Jabodetabek hanya ada 20 kanal yang dipakai untuk siaran TV analog. Di daerah lain tentu lebih sedikit daripada Jabodetabek.

Hal itulah yang membuat TV analog sangat boros frekuensi, karena satu kanal frekuensi hanya bisa digunakan oleh satu stasiun TV saja. Padahal frekuensi adalah sumber daya alam yang terbatas. Maka perlu dihemat agar frekuensi ini bisa digunakan untuk hal lainnya.

TV Digital Terestrial

Solusi untuk menghemat frekuensi sebenarnya sudah ada sejak tahun 90-an. Solusinya adalah dengan menggunakan sinyal digital. Di Indonesia, migrasi TV analog ke digital ini sudah dibahas dari tahun 2004. Banyak sekali rintangan untuk penyiaran TV digital ini. Hingga akhirnya pada tahun 2020 UU yang di dalamnya membahas digitalisasi televisi ini disahkan. Berdasarkan UU tersebut, Indonesia harus melaksanakan ASO (analog switch off) pada 2 November 2022.

Televisi digital terestrial adalah televisi yang menggunakan sinyal digital untuk mengirim video dan audio. Tentunya masih menggunakan pemancar di darat, sama seperti analog. Namun jika dibandingkan dengan siaran analog, siaran digital memiliki banyak kelebihan. Di antaranya apabila sinyal melemah di suatu daerah tapi sinyal masih tertangkap, maka siaran masih bisa diterima dengan baik di daerah tersebut. Interferensi antara dua sinyal digital juga akan jarang terjadi, karena sinyal yang lebih lemah akan tertutupi oleh sinyal yang lebih kuat. Hal itu karena sinyal digital hanya mengenal istilah ada dan tiada (1 dan 0), tidak mengenal istilah di antara keduanya.

Keunggulan lainnya yaitu dalam satu frekuensi bisa digunakan oleh banyak stasiun TV. Hal ini karena TV digital menggunakan sistem OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) sehingga bisa menghemat lebar pita frekuensi. Lebar pita frekuensi yang tersisa dapat digunakan untuk internet, 5G misalnya. Selain itu, siaran televisi digital juga bisa memiliki kualitas HD atau bahkan Full HD.

Baca Pula:  Daftar Saluran TV Analog di Madiun dan Sekitarnya

Televisi digital bisa menggunakan banyak pemancar dalam satu wilayah tanpa terjadi bentrok frekuensi. Menggunakan sistem SFN (single frequency network) stasiun TV bisa membangun banyak pemancar yang memancarkan sinyal yang sama dengan frekuensi yang sama dalam satu wilayah yang sama. Hal ini berguna untuk memperluas jangkauan siarannya dan meminimalkan wilayah-wilayah blank spot (wilayah tanpa sinyal). Diharapkan nantinya semua masyarakat Indonesia dapat menyaksikan siaran TV digital terestrial di mana pun berada.

Sistem Penyiaran TV Digital

ATSC

ATSC adalah singkatan dari Advanced Television Systems Committee, yang merupakan standar penyiaran digital dari Amerika. Bisa dikatakan bahwa ATSC merupakan pengganti NTSC dalam sistem penyiaran analog. Saat ini yang menggunakan sistem ATSC adalah Amerika Serikat, Kanada, Korea Selatan, Meksiko, dan Suriname. Suriname saat ini menggunakan dua sistem yaitu ATSC dan DVB-T2. (Sumber: ITU)

DVB-T dan DVB-T2

DVB-T adalah singkatan dari Digital Video Broadcasting – Terrestrial. DVB-T merupakan sebuah sistem penyiaran digital yang dikembangkan oleh konsorsium DVB. DVB-T merupakan standar penyiaran digital di banyak negara di seluruh dunia. Beberapa negara yang menggunakan DVB-T adalah Australia, Brunei Darussalam, Prancis, Jerman, Maroko, Spanyol, dan sebagainya.

Saat ini, Indonesia menggunakan sistem DVB-T2 untuk penyiaran TV digital terestrial. DVB-T2 merupakan versi baru dari DVB-T. Kepanjangannya Digital Video Broadcasting – Terrestrial Second Generation. Kelebihan dari DVB-T2 ini salah satunya adalah lebih cocok untuk menyiarkan televisi definisi tinggi (HDTV) dibandingkan dengan DVB-T karena bit-rate yang lebih tinggi. Selain Indonesia, negara yang menggunakan DVB-T2 antara lain Malaysia, Myanmar, Qatar, dan sebagainya.

Ada pula negara yang menggunakan kedua versi, DVB-T dan DVB-T2. Negara-negara tersebut di antaranya Belgia, Denmark, India, Yordania, Singapura, Britania Raya, Saudi Arabia, dan sebagainya. (Sumber: ITU)

ISDB-T

ISDB-T adalah singkatan dari Integrated Services Digital Broadcasting-Terrestrial. ISDB-T merupakan standar televisi digital dari Jepang yang menggantikan sistem analog NTSC-J dan MUSE Hi-vision. Negara yang menggunakan ISDB-T adalah Jepang, Bolivia, Brazil, Filipina, Venezuela, dan sebagainya. (Sumber: ITU)

DTMB

DTMB adalah singkatan dari Digital Terrestrial Multimedia Broadcast. Sistem DTMB dikembangkan di Tiongkok. Saat ini, DTMB menjadi standar penyiaran digital di Tiongkok, Kuba, Komoro, Laos (DVB-T dan DTMB), dan Kamboja (DVB-T, DVB-T2, dan DTMB).

Data ASO tiap negara.

Itulah pengertian mengenai televisi digital terestrial dan sistem-sistem yang dipakai di seluruh dunia. Indonesia memakai DVB-T2, maka jangan sampai salah beli televisi/STB. Ingat, harus ada logo DVB-T2. Jangan hanya logo DVB-T. Sekian, mohon maaf apabila ada kesalahan dan terima kasih sudah berkunjung.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *