Daftar TV Digital di Madiun dan Sekitarnya

Paling lambat akhir tahun 2022 nanti, Indonesia akan mematikan TV analog dan menggantinya dengan TV digital (disebut juga dengan ASO β€” analog switch off). Pemerintah melalui Permenkominfo No. 11/2021 membagi tahapan ASO dalam tiga tahap. Tahap pertama dimulai pada 30 April 2022, tahap kedua 25 Agustus 2022, dan tahap ketiga 2 November 2022.

Sebelumnya ada lima tahap ASO yang dimulai pada 17 Agustus 2021, tetapi kemudian direvisi menjadi tiga tahap saja. Hal ini dilakukan karena masyarakat saat ini masih terdampak oleh pandemi. Sehingga ada kekhawatiran bahwa masyarakat masih belum mampu membeli perangkat TV digital, baik berupa STB maupun televisi. Namun, batas ASO secara nasional masih tetap sesuai UU Cipta Kerja, yaitu 2 November 2022.

Daerah Madiun, Ponorogo, Magetan, Ngawi, dan Trenggalek saat ini juga bersiap-siap meghadapi ASO. Pemerintah memasukkan wilayah ini ke dalam wilayah layanan Jawa Timur 9. Sebagian daerah eks-karesidenan Madiun plus Trenggalek ini mendapat jadwal ASO tahap 3 yaitu 2 November 2022.

Siaran TV Digital di Madiun, Magetan, Ponorogo, Ngawi

Televisi digital di Madiun dan sekitarnya rencananya bersiaran dalam enam multipleksing (alias mux). Kanal yang akan dipakai adalah 28, 31, 34, 37, 40, dan 43 (Sumber: Permenkominfo No. 6/2019). Kanal-kanal ini akan berlaku setelah ASO. Menurut data dari SDPPI Maps, saat ini ada lima penyelenggara mux yang sudah memegang ISR di Jawa Timur 9. Dari kelima penyelenggara mux tersebut, satu di antaranya masih belum bersiaran. Dua di antaranya masih bersiaran di kanal transisi.

Berikut inilah daftar mux TV digital yang sudah mengudara di Madiun, Magetan, Ponorogo, Ngawi, dan sekitarnya (per tanggal 16 November 2021).

1. Mux SCTV (Kanal 24 UHF)

Penyelenggara multipleksing ini adalah PT Surya Citra Televisi (SCTV). Mux ini masih menggunakan kanal transisi. Artinya, setelah ASO nanti masih akan pindah kanal kembali (menurut data akan pindah ke kanal 37 UHF). Berdasarkan aplikasi sinyalTVdigital, daya pemancar mux ini adalah 0,6 kW. Namun, di aplikasi ini ada kesalahan dalam menuliskan kanal/frekuensinya. Pemancar mux SCTV berlokasi di kompleks pemancar televisi kelurahan Plaosan, kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan.

Mux yang berada di frekuensi 498 MHz ini berisi empat siaran, yaitu SCTV, Indosiar, O Channel, dan Mentari TV. Seluruh televisi tersebut sudah bersiaran Full HD (1080i).

2. Mux Trans TV (Kanal 30 UHF)

Penyelenggara multipleksing ini adalah PT Televisi Transformasi Indonesia (Trans TV). Mux ini juga masih menggunakan kanal transisi. Setelah ASO nanti akan pindah kanal ke 28 UHF. Berdasarkan aplikasi sinyalTVdigital, daya pemancar untuk mux ini adalah 1,20 kW. Pemancar mux SCTV berlokasi di kompleks pemancar televisi kelurahan Plaosan, kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan.

Mux yang berada di frekuensi 546 MHz ini berisi empat siaran, yaitu Trans TV, Trans7, CNN Indonesia, dan CNBC Indonesia. Semua televisi tersebut sudah memiliki kualitas Full HD (1080i).

πŸ“Catatan: Khusus bagi Anda yang tinggal di wilayah bagian utara, mungkin akan kesulitan dalam menangkap mux Trans TV. Hal ini terjadi karena mux Trans TV Magetan memiliki frekuensi yang sama dengan kanal TVRI Blora. Maka dari itu, pastikan arah antena Anda tepat mengarah ke wilayah Plaosan, Magetan.

Baca Pula:  Apa Pengertian Televisi Digital Terestrial?

3. Mux Metro TV (Kanal 34 UHF)

Penyelenggara multipleksing ini adalah PT Media Televisi Indonesia (Metro TV). Berdasarkan aplikasi sinyalTVdigital, daya pemancar mux ini adalah 1,25 kW. Pemancar mux SCTV berlokasi di kompleks pemancar televisi kelurahan Plaosan, kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan.

Mux yang berada di frekuensi 578 MHz ini berisi lima siaran TV, yaitu Metro TV, Magna Channel, BN TV, BBS TV, dan Sakti TV. Semua stasiun TV tersebut sudah bersiaran Full HD (1080i).

4. Mux GTV (Kanal 40 UHF)

Penyelenggara multipleksing ini adalah PT Global Informasi Bermutu (GTV). Berdasarkan aplikasi sinyalTVdigital, daya pemancar mux ini adalah 1 kW. Terdapat dua lokasi pemancar untuk mux GTV. Pemancar pertama berlokasi di kompleks pemancar televisi kelurahan Plaosan, kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Pemancar kedua berada di kelurahan Kelutan, kecamatan Trenggalek, kabupaten Trenggalek.

Mux yang berada di 626 MHz ini berisi empat stasiun TV, yaitu GTV, RCTI, MNC TV, dan iNews. Semua stasiun TV tersebut sudah berkualitas Full HD (1080i). Kualitas Full HD di mux ini hanya upscale dari feed SD di satelit.

5. Mux TVRI (Kanal 43 UHF)

Penyelenggara multipleksing ini adalah Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI). Pemancar mux TVRI berada di Cemoro Sewu, desa Ngancar, kecamatan Plaosan, kabupaten Magetan. Belum ada informasi mengenai daya pemancar mux ini.

Mux yang berada di frekuensi 650 MHz ini berisi empat siaran, yaitu TVRI Nasional, TVRI Jawa timur, TVRI Kanal 3, TVRI Sport HD dengan kualitas HD (1080i), kecuali TVRI Jawa Timur yang masih SD.

πŸ“Catatan: Karena pemancar TVRI yang bersiaran digital saat ini baru TVRI Cemoro Sewu, maka daerah yang tertutup gunung Lawu (misalnya: Ngawi) kemungkinan tidak bisa mendapatkannya.

Nah, berikut ini adalah rangkuman daftar TV digital di karesidenan Madiun. Kami sajikan dalam bentuk infografik.

TV Digital yang Belum Aktif di Madiun

Mux TV digital yang belum aktif di wilayah Madiun dan sekitarnya saat ini masih ada satu mux lagi, yaitu yang dikelola oleh PT Cakrawala Andalas Televisi (ANTV). Stasiun TV yang ada di analog dan belum bersiaran digital, yaitu ANTV, NET, JTV, dan Kompas TV.

Perubahan Siaran Digital di Madiun

Berikut ini adalah riwayat perubahan kanal televisi di wilayah layanan Jawa Timur 9.

  • 24 Desember 2019: Mux PT Media Televisi Indonesia (Metro TV) mulai aktif bersiaran di kanal 34 UHF. Mux ini berisi siaran dari Metro TV dan BBS TV.
  • 2 Juli 2020: Mux PT Televisi Transformasi Indonesia (Trans TV) mulai aktif bersiaran di kanal 43 UHF. Mux ini berisi siaran dari Trans TV dan Trans7. Terjadi interferensi antara kanal ini dengan kanal TVRI Magetan analog.
  • 15 Juli 2020: Siaran Magna Channel mulai hadir di mux Metro TV (kanal 34 UHF). Stasiun TV ini secara resmi diluncurkan pada 16 Juli 2020 dan hanya bersiaran pada pukul 15.00–21.00 WIB.
  • 30 Agustus 2020: CNN Indonesia dan CNBC Indonesia mulai bersiaran di mux Trans TV (kanal 43 UHF).
  • 25 Oktober 2020: Siaran percobaan BN TV mulai mengudara di mux Metro TV (kanal 34 UHF). Stasiun TV ini masih bersiaran pada pukul 15.00–21.00 WIB.
  • 11-16 Desember 2020: Kompas TV sempat bersiaran digital di Mux Transmedia (kanal 43 UHF).
  • 9 Januari 2021: Sakti TV memulai siaran uji coba di mux Metro TV (kanal 34 UHF) dan bersiaran mulai pukul 15.00–19.00 WIB.
  • 3 Februari 2021: Kompas TV kembali bersiaran secara digital di mux Trans TV (kanal 43 UHF).
  • 10 Februari 2021: Mux Trans TV pindah kanal menjadi 30 UHF (546 MHz). Interferensi dengan TVRI Magetan berakhir, namun timbul interferensi dengan TVRI Blora digital.
  • 10 Februari 2021: Mux PT Surya Citra Televisi (SCTV) mulai mengudara di kanal 24 UHF (498 MHz). Mux ini berisi siaran dari SCTV, Indosiar, Mentari TV, dan O Channel.
  • 19 Februari 2021: Sakti TV memulai siaran digital secara penuh di kanal 34 UHF.
  • 24 Maret 2021: Mux Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (TVRI) sudah mulai bersiaran di kanal 43 UHF (650 MHz). Mux ini sementara hanya berisi satu siaran, yaitu TVRI Nasional.
  • 10 April 2021: Kompas TV menghentikan siaran digitalnya tanpa alasan yang jelas.
  • 16 Juli 2021: Magna Channel dan BN TV memperpanjang jam tayangnya menjadi 9 jam, yaitu pukul 13.00–22.00 WIB.
  • 28 Juli 2021: TVRI Jawa Timur, TVRI Kanal 3, dan TVRI Sport HD mulai bersiaran di mux TVRI 43 UHF.
  • 22 Agustus 2021: Mux PT Global Informasi Bermutu (GTV) mulai bersiaran di 40 UHF (626 MHz). Mux ini berisi siaran dari GTV, RCTI, MNC TV, dan iNews.
  • 16 November 2021: TVRI Jawa Timur menghilang dari mux TVRI.
  • 20 November 2021: TVRI Jawa Timur kembali bersiaran di mux TVRI.
Baca Pula:  Migrasi Analog ke Digital, Haruskah Beli TV Baru?

Cara Menonton Siaran TV Digital

Siaran TV digital terestrial hanya bisa ditangkap oleh pesawat TV yang sudah memiliki tuner DVB-T2. Jika televisi Anda belum mendukungnya, maka Anda tidak perlu khawatir. Cukup tambahkan STB DVB-T2 yang bisa dibeli dengan harga rata-rata sekitar dua ratus ribu rupiah. Mereknya pun bermacam-macam, di antaranya Skybox, Rinrei, Evinix, Polytron, Venus, Visat, Tanaka, Matrix, Advance, dan lain sebagainya. Selain menambahkan dekoder, opsi lainnya adalah dengan membeli televisi baru yang sudah mendukung teknologi digital terestrial T2. Rata-rata televisi hasil produksi sekarang sudah mendukung teknologi digital ini. Satu lagi yang Anda butuhkan, yaitu antena UHF.

Demikianlah artikel tentang β€œDaftar Siaran TV Digital di Madiun, Ponorogo, Magetan, dan Ngawi”. Semoga dapat membantu dalam mengetahui daftar siaran TV. Anda bisa bergabung ke grup Facebook β€œTV DIGITAL JATIM 9” untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini dan jangan lupa untuk meninggalkan jejak dengan berkomentar di bawah.

Daftar TV digital di seluruh Provinsi Jawa Timur bisa dibaca pada tautan ini.

115 komentar untuk “Daftar TV Digital di Madiun dan Sekitarnya”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.