Migrasi Analog ke Digital, Haruskah Beli TV Baru?

Sebentar lagi seluruh TV analog akan menghilang. Semuanya akan melakukan migrasi ke TV digital. Banyak yang belum memahami tentang TV digital ini. Ada yang mengira harus ganti TV untuk bisa menonton TV digital. Alias buang TV lama dan beli TV baru yang “tipis”. Benarkah?

Ibarat 4G pada ponsel dan FM pada radio. Sinyal 4G pada ponsel hanya bisa ditangkap oleh perangkat yang sudah mendukung 4G. Radio FM hanya bisa ditangkap oleh perangkat yang bisa menangkap sinyal FM. Maka bisa kita simpulkan bahwa migrasi TV analog ke digital ini memang harus mengganti perangkatnya. Kita harus membeli perangkat yang bisa menangkap sinyal TV digital. Namun, apakah harus membeli TV baru dan membuang yang lama?

Jangan khawatir. Kita tidak perlu membuang TV lama. Ada sebuah solusi yang bagus bagi kawan-kawan yang memiliki keterbatasan ekonomi. Cukup dengan membeli STB (set-top-box) kita sudah bisa mengubah TV lama menjadi TV digital. STB memiliki harga yang cukup murah, sekitar 200 ribuan. Ada yang bilang ini masih mahal. Padahal hanya beli sekali saja, tidak berkali-kali. Kita beli kuota internet saja mampu berkali-kali, masa beli STB sekali saja tidak mampu. Daripada beli TV baru yang harganya jutaan lebih baik beli STB ‘kan?

Bagi kawan-kawan yang tidak mampu membeli STB, Pemerintah mempunyai solusinya. Nantinya akan dibagikan STB gratis untuk masyarakat yang memang benar-benar tidak mampu. Ingat! Jangan membiasakan diri berpura-pura miskin hanya untuk mendapatkan sesuatu yang gratis. Akibatnya nanti bisa miskin beneran, lho.

Solusi di atas hanya untuk keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi. Bagi kawan-kawan yang memiliki keberuntungan dalam segi ekonomi, saya sarankan lebih baik membeli TV baru yang “tipis” dengan fitur FHD dan Dolby. Beberapa stasiun TV saat ini sudah bersiaran dengan format video dan audio tersebut. Namun, televisi yang “tipis” saja belum menjamin bisa menangkap siaran digital. Tanyakan kepada penjualnya apakah televisi yang akan dibeli sudah mendukung digital DVB-T2 atau belum. Harus yang T2, bukan DVB-T. Saat ini yang dipakai di Indonesia adalah versi DVB-T2.

Demikianlah catatan saya mengenai perlukah membeli TV baru agar bisa menonton TV digital. Mohon maaf apabila ada kesalahan atau kekurangan dalam menyampaikan informasi. Terima kasih sudah berkunjung. Semoga bermanfaat.

Baca Pula:  Daftar TV Digital di Madiun dan Sekitarnya

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *